Sunday, 7 April 2013

Halal dan haram musik dalam islam

DEFINISI MUSIK
Dalam pengertian masyarakat umum, kata
"musik" merujuk pada suatu seni yang
mengombinasikan antara paduan berbagai alat
musik tertentu dengan seni suara. Sehingga,
musik yang hanya menampilkan paduan alat
musik saja, seperti musik klasik, atau paduan
suara saja, dianggap "kurang musik". Dalam
performa panggung, seni musik juga sering
dipadukan dengan seni tari atau dansa.
Terkadang, musik dan lagu disebut terpisah.
Tapi tidak jarang juga dua kata itu disebut
secara berkelindan (interchangeable) untuk
pengertian yang sama.
Dalam bahasa Arab pun, lagu disebut dengan
ghina' (jamak, aghani) ( ﻲﻧﺎﻏﺃ ﺀﺎﻨﻏ), sedang
musik disebut musiqi (ﻲﻘﻴﺳﻮﻣ). Tapi, tidak
jarang dua kata itu disebut terpisah dengan
makna yang sama.
Dalam tulisan ini, kata musik mencakup arti
seni alat musik dan lagu/nyanyian. Kecuali
apabila disebut secara khusus.
PENDAPAT YANG MENGHARAMKAN MUSIK
Ulama yang mengharamkan musik pun memiliki
pandangan yang beragam soal keharaman dan
dalil yang mengharamkannya. Perlu dicatat
bahwa musik yang dibahas adalah musik yang
santun yang kata-katanya sopan dan wajar
serta tidak mengundang konotasi sex atau
syahwat. Musik yang liriknya bernuansa
pornografi, mengundang syahwat dan tampilan
panggung yang tidak islami--mengumbar aurat
dan percampuran dan sentuhan laki-laki
perempuan bukan mahram--jelas hukumnya
haram dalam musik atau dalam kehidupan
biasa.
DALIL HARAMNYA MUSIK
1. Quran Surat Luqman 31:6:
ِﻞﻴِﺒَﺳ ﻦَﻋ َّﻞِﻀُﻴِﻟ ِﺚﻳِﺪَﺤْﻟﺍ َﻮْﻬَﻟ ﻱِﺮَﺘْﺸَﻳ ﻦَﻣ ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ َﻦِﻣَﻭ
ٌﻦﻴِﻬُّﻣ ٌﺏﺍَﺬَﻋ ْﻢُﻬَﻟ َﻚِﺌَﻟﻭُﺃ ًﺍﻭُﺰُﻫ ﺎَﻫَﺬِﺨَّﺘَﻳَﻭ ٍﻢْﻠِﻋ ِﺮْﻴَﻐِﺑ ِﻪَّﻠﻟﺍ
Artinya: Dan diantara mereka (ada) orang yang
mempergunakan lahwal hadits (kata- kata tak
berguna) untuk menyesatkan (manusia) dari
jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan
jalan Allah itu sebagai bahan olok-olokan.
Mereka itu memperoleh adzab yang
menghinakan.
Al-Qurtubi dalam Tafsir Al-Qurtubi menyatakan:
( ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ ﺭﺎﺘﺨﻳﻭ ﻝﺪﺒﺘﺴﻳ : ﻱﺃ ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ
ﺀﺎﺒﺼﻟﺍ ﻮﺑﺃ ﻝﺎﻗ ، ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ ﻰﻠﻋ ﻑﺯﺎﻌﻤﻟﺍﻭ ﺮﻴﻣﺍﺰﻤﻟﺍﻭ
ﻮﻫ : ﻝﺎﻘﻓ ﺔﻳﻵﺍ ﻩﺬﻫ ﻦﻋ ﺩﻮﻌﺴﻣ ﻦﺑﺍ ﺖﻟﺄﺳ ﻱﺮﻜﺒﻟﺍ
ﺕﺍﺮﻣ ﺙﻼﺛ ﺎﻫﺩﺩﺮﻳ ، ﻮﻫ ﻻﺇ ﻪﻟﺇ ﻻ ﻱﺬﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍﻭ ، ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ
ﻲﻓ ﻕﺎﻔﻨﻟﺍ ﺖﺒﻨﻳ ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ : ﻲﻌﺨﻨﻟﺍ ﻢﻴﻫﺍﺮﺑﺇ ﻝﺎﻗﻭ
ﻥﻮﻗﺮﺨﻳ ﻚﻜﺴﻟﺍ ﻩﺍﻮﻓﺄﺑ ﻥﻭﺬﺧﺄﻳ ﺎﻨﺑﺎﺤﺻﺃ ﻥﺎﻛﻭ ، ﺐﻠﻘﻟﺍ
: ﺞﻳﺮﺟ ﻦﺑﺍ ﻝﺎﻗﻭ . ﺎﻧﺰﻟﺍ ﺔﻴﻗﺭ ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ : ﻞﻴﻗﻭ . ﻑﻮﻓﺪﻟﺍ
ﻝﺎﻗﻭ . ﻙﺮﺸﻟﺍ ﻮﻫ : ﻝﺎﻗ ﻙﺎﺤﻀﻟﺍ ﻦﻋﻭ ﻞﺒﻄﻟﺍ ﻮﻫ
ﺐﻌﻟﻭ ﻮﻬﻟ ﻞﻛ ﻮﻫ : ﺓﺩﺎﺘﻗ
Muhammad ibnu Jarir At-Tabari dalam Tafsir
At-Tabari berkaitan dengan "lahwal hadits"
menyatakan demikian:
ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﻭ ) : ﻪﻟﻮﻗ ﻞﻳﻭﺄﺗ ﻲﻓ ﻞﻳﻭﺄﺘﻟﺍ ﻞﻫﺃ ﻒﻠﺘﺧﺍ
ﻦﻣ : ﻢﻬﻀﻌﺑ ﻝﺎﻘﻓ ( ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ ﻦﻣ
ﺍﺮﺒﺧ ﻚﻟﺬﺑ ﺍﻭﻭﺭﻭ ، ﻦﻤﺜﻟﺎﺑ ﻑﻭﺮﻌﻤﻟﺍ ﺀﺍﺮﺸﻟﺍ ﻱﺮﺘﺸﻳ
. - ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ - ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﻦﻋ
ﺩﻼﺧ ﻦﻋ ، ﻊﻴﻛﻭ ﺎﻨﺛ : ﻝﺎﻗ ﺐﻳﺮﻛ ﻮﺑﺃ ﺎﻨﺛﺪﺣ ﺎﻣ ﻮﻫﻭ
ﻦﻋ ، ﺪﻳﺰﻳ ﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﻦﻋ ، ﺮﺣﺯ ﻦﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻴﺒﻋ ﻦﻋ ، ﺭﺎﻔﺼﻟﺍ
- ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﻝﺎﻗ : ﻝﺎﻗ ﺔﻣﺎﻣﺃ ﻲﺑﺃ ﻦﻋ ، ﻢﺳﺎﻘﻟﺍ
ﻻﻭ ، ﺕﺎﻴﻨﻐﻤﻟﺍ ﻊﻴﺑ ﻞﺤﻳ ﻻ " : - ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ
ﻦﻬﻴﻓﻭ ، ﻦﻬﻧﺎﻤﺛﺃ ﻻﻭ ، ﻦﻬﻴﻓ ﺓﺭﺎﺠﺘﻟﺍ ﻻﻭ ، ﻦﻫﺅﺍﺮﺷ
ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ ﻦﻣ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﻭ ) : ﺔﻳﻵﺍ ﻩﺬﻫ ﺖﻟﺰﻧ
. ( ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ
ﻦﻋ ، ﺭﺎﻔﺼﻟﺍ ﺩﻼﺧ ﻦﻋ ، ﻲﺑﺃ ﻲﻨﺛ : ﻝﺎﻗ ﻊﻴﻛﻭ ﻦﺑﺍ ﺎﻨﺛﺪﺣ
ﻦﻋ ، ﻢﺳﺎﻘﻟﺍ ﻦﻋ ، ﺪﻳﺰﻳ ﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﻦﻋ ، ﺮﺣﺯ ﻦﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻴﺒﻋ
- ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ - ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻦﻋ ، ﺔﻣﺎﻣﺃ ﻲﺑﺃ
: ﺎﻀﻳﺃ ﻝﺎﻗﻭ " ﻡﺍﺮﺣ ﻦﻬﻨﻤﺛ ﻞﻛﺃ " : ﻝﺎﻗ ﻪﻧﺃ ﻻﺇ . ﻩﻮﺤﻨﺑ
ﻦﻣ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﻭ ) : ﺔﻳﻵﺍ ﻩﺬﻫ ﻲﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﺰﻧﺃ ﻦﻬﻴﻓﻭ "
. ( ﻪﻠﻟﺍ ﻞﻴﺒﺳ ﻦﻋ ﻞﻀﻴﻟ ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ
: ﻝﺎﻗ ﻲﻧﻼﻘﺴﻌﻟﺍ ﺱﺎﻳﺇ ﻲﺑﺃ ﻦﺑ ﻡﺩﺁ ﻦﺑ ﺪﻴﺒﻋ ﻲﻨﺛﺪﺣ
ﻦﺑ ﻭﺮﻤﻋ ﻦﻋ ، ﻥﺎﻴﺣ ﻦﺑ ﻥﺎﻤﻴﻠﺳ ﺎﻨﺛ : ﻝﺎﻗ ﻲﺑﺃ ﺎﻨﺛ
ﻦﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻴﺒﻋ ﻦﻋ ، ﺐﻠﻬﻤﻟﺍ ﻲﺑﺃ ﻦﻋ ، ﻲﺑﻼﻜﻟﺍ ﺲﻴﻗ
. ﺔﻣﺎﻣﺃ ﻲﺑﺃ ﻦﻋ ، ﻢﺳﺎﻘﻟﺍ ﻦﻋ ، ﺪﻳﺰﻳ ﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﻦﻋ ، ﺮﺣﺯ
، ﺪﻳﺰﻳ ﻦﺑ ﺡﺮﻄﻣ ﻦﻋ ، ﺵﺎﻴﻋ ﻦﺑ ﻞﻴﻋﺎﻤﺳﺇ ﺎﻨﺛﻭ : ﻝﺎﻗ
، ﻢﺳﺎﻘﻟﺍ ﻦﻋ ، ﺪﻳﺯ ﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﻦﻋ ، ﺮﺣﺯ ﻦﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻴﺒﻋ ﻦﻋ
- ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﺖﻌﻤﺳ : ﻝﺎﻗ ﻲﻠﻫﺎﺒﻟﺍ ﺔﻣﺎﻣﺃ ﻲﺑﺃ ﻦﻋ
ﻢﻴﻠﻌﺗ ﻞﺤﻳ ﻻ " : ﻝﻮﻘﻳ - ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ
، ﻡﺍﺮﺣ ﻦﻬﻨﻤﺛﻭ ، ﻦﻫﺅﺍﺮﺷ ﻻﻭ ﻦﻬﻌﻴﺑ ﻻﻭ ، ﺕﺎﻴﻨﻐﻤﻟﺍ
ﻦﻣ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﻭ ) ﻪﻠﻟﺍ ﺏﺎﺘﻛ ﻲﻓ ﻚﻟﺫ ﻖﻳﺪﺼﺗ ﻝﺰﻧ ﺪﻗﻭ
. " ﺔﻳﻵﺍ ﺮﺧﺁ ﻰﻟﺇ ( ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ
ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﺭﺎﺘﺨﻳ ﻦﻣ : ﻚﻟﺫ ﻰﻨﻌﻣ ﻞﺑ : ﻥﻭﺮﺧﺁ ﻝﺎﻗﻭ
ﻪﺒﺤﺘﺴﻳﻭ .
Al-Husain ibnu Mas'ud Al-Baghawi dalam Tafsir
Al-Baghawi menyatakan seputar maksud kata
"lahwal hadits" demikian:
( ﻝﺎﻗ . ﺔﻳﻵﺍ ( ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ ﻦﻣ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﻭ
ﻦﺑ ﺙﺭﺎﺤﻟﺍ ﻦﺑ ﺮﻀﻨﻟﺍ ﻲﻓ ﺖﻟﺰﻧ : ﻞﺗﺎﻘﻣﻭ ، ﻲﺒﻠﻜﻟﺍ
ﻢﺠﻌﻟﺍ ﺭﺎﺒﺧﺃ ﻱﺮﺘﺸﻳﻭ ﺓﺮﻴﺤﻟﺍ ﻲﺗﺄﻴﻓ ﺮﺠﺘﻳ ﻥﺎﻛ ﺓﺪﻠﻛ
ﻢﻜﺛﺪﺤﻳ ﺍﺪﻤﺤﻣ ﻥﺇ : ﻝﻮﻘﻳﻭ ، ﺎﺸﻳﺮﻗ ﺎﻬﺑ ﺙﺪﺤﻳﻭ
ﻢﺘﺳﺭ ﺚﻳﺪﺤﺑ ﻢﻜﺛﺪﺣﺃ ﺎﻧﺃﻭ ، ﺩﻮﻤﺛﻭ ﺩﺎﻋ ﺚﻳﺪﺤﺑ
ﻪﺜﻳﺪﺣ ﻥﻮﺤﻠﻤﺘﺴﻴﻓ ، ﺓﺮﺳﺎﻛﻷﺍ ﺭﺎﺒﺧﺃﻭ ﺭﺎﻳﺪﻨﻔﺳﺍﻭ
. ﺔﻳﻵﺍ ﻩﺬﻫ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﺰﻧﺄﻓ ، ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ ﻉﺎﻤﺘﺳﺍ ﻥﻮﻛﺮﺘﻳﻭ
ﻪﺟﻭﻭ ، ﻦﻴﻴﻨﻐﻤﻟﺍﻭ ﻥﺎﻴﻘﻟﺍ ﺀﺍﺮﺷ ﻲﻨﻌﻳ : ﺪﻫﺎﺠﻣ ﻝﺎﻗﻭ
ﺍﺫ ﻭﺃ ﻮﻬﻟ ﺕﺍﺫ ﻱﺮﺘﺸﻳ ﻦﻣ : ﻞﻳﻭﺄﺘﻟﺍ ﺍﺬﻫ ﻰﻠﻋ ﻡﻼﻜﻟﺍ
ﻮﺑﺃ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ ، ﻲﺤﻳﺮﺸﻟﺍ ﺪﻴﻌﺳ ﻮﺑﺃ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ . ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ
ﻞﻀﻔﻟﺍ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﺮﻫﺎﻃ ﻮﺑﺃ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ ، ﻲﺒﻠﻌﺜﻟﺍ ﻕﺎﺤﺳﺇ
ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﻱﺪﺟ ﺎﻨﺛﺪﺣ ، ﻲﻛﺰﻤﻟﺍ ﻕﺎﺤﺳﺇ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﻦﺑ
ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ ، ﺮﺠﺣ ﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ ، ﺔﻤﻳﺰﺧ ﻦﺑ ﻕﺎﺤﺳﺇ
ﻦﻋ ، ﺪﻳﺰﻳ ﻦﺑ ﺡﺮﻄﻣ ﻦﻋ ، ﻲﺋﺎﻄﻟﺍ ﻥﺎﺤﻠﻣ ﻦﺑ ﻞﻌﻤﺸﻣ
ﻦﺑ ﻢﺳﺎﻘﻟﺍ ﻦﻋ ، ﺪﻳﺰﻳ ﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﻦﻋ ، ﺮﺣﺯ ﻦﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻴﺒﻋ
- ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﻝﺎﻗ : ﻝﺎﻗ ﺔﻣﺎﻣﺃ ﻲﺑﺃ ﻦﻋ ، ﺰﻳﺰﻌﻟﺍ ﺪﺒﻋ
ﻻﻭ ﺕﺎﻴﻨﻐﻤﻟﺍ ﻢﻴﻠﻌﺗ ﻞﺤﻳ ﻻ " : - ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ
ﻩﺬﻫ ﺖﻟﺰﻧﺃ ﺍﺬﻫ ﻞﺜﻣ ﻲﻓﻭ ، " ﻡﺍﺮﺣ ﻦﻬﻧﺎﻤﺛﺃﻭ ﻦﻬﻌﻴﺑ
ﻞﻀﻴﻟ ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ ﻦﻣ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﻭ " : ﺔﻳﻵﺍ
ﻻﺇ ﺀﺎﻨﻐﻟﺎﺑ ﻪﺗﻮﺻ ﻊﻓﺮﻳ ﻞﺟﺭ ﻦﻣ ﺎﻣﻭ ، " ﻪﻠﻟﺍ ﻞﻴﺒﺳ ﻦﻋ
، ﺐﻜﻨﻤﻟﺍ ﺍﺬﻫ ﻰﻠﻋ ﺎﻤﻫﺪﺣﺃ : ﻦﻴﻧﺎﻄﻴﺷ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﺚﻌﺑ
ﻪﻧﺎﺑﺮﻀﻳ ﻥﻻﺍﺰﻳ ﻼﻓ ، ﺐﻜﻨﻤﻟﺍ ﺍﺬﻫ ﻰﻠﻋ ﺮﺧﻵﺍﻭ
. ﺖﻜﺴﻳ ﻱﺬﻟﺍ ﻮﻫ ﻥﻮﻜﻳ ﻰﺘﺣ ﺎﻤﻬﻠﺟﺭﺄﺑ
ﻮﺑﺃ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ ، ﻝﺎﻔﻘﻟﺍ ﺪﻤﺣﺃ ﻦﺑ ﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﺪﺒﻋ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ
ﺪﻤﺣﺃ ﻮﺑﺃ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ ، ﻱﺩﺮﺟﻭﺮﺒﻟﺍ ﻞﻀﻔﻟﺍ ﻦﺑ ﺪﻤﺣﺃ ﺭﻮﺼﻨﻣ
ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ ، ﻲﻓﺮﻴﺼﻟﺍ ﻥﺍﺪﻤﺣ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ﻦﺑ ﺮﻜﺑ
ﻡﺎﺸﻫ ﻦﻋ ، ﺪﻳﺰﻳ ﻲﺑﺃ ﻦﺑ ﺪﻟﺎﺧ ﺎﻧﺮﺒﺧﺃ ، ﻡﺎﻤﺗ ﻦﺑ ﺐﻟﺎﻏ
ﻲﺑﺃ ﻦﻋ ، ﻦﻳﺮﻴﺳ ﻦﺑﺍ ﻮﻫ ﺪﻤﺤﻣ ﻦﻋ ، ﻥﺎﺴﺣ ﻦﺑﺍ ﻮﻫ
ﻦﻋ ﻰﻬﻧ " - ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ - ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻥﺃ ﺓﺮﻳﺮﻫ
ﻦﻣ : ﻝﻮﺤﻜﻣ ﻝﺎﻗ . " ﺓﺭﺎﻣﺰﻟﺍ ﺐﺴﻛﻭ ﺐﻠﻜﻟﺍ ﻦﻤﺛ
ﺎﻬﺑﺮﺿﻭ ﺎﻬﺋﺎﻨﻐﻟ ﺎﻬﻜﺴﻤﻴﻟ ﺔﺑﺍﺮﺿ ﺔﻳﺭﺎﺟ ﻯﺮﺘﺷﺍ
: ﻝﻮﻘﻳ ﻪﻠﻟﺍ ﻥﺇ ، ﻪﻴﻠﻋ ﻞﺻﺃ ﻢﻟ ﺕﻮﻤﻳ ﻰﺘﺣ ﻪﻴﻠﻋ ﺎﻤﻴﻘﻣ
ﻦﻋﻭ . ﺔﻳﻵﺍ " ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ ﻦﻣ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﻭ "
، ﻦﺴﺤﻟﺍﻭ ، ﺱﺎﺒﻋ ﻦﺑﺍﻭ ، ﺩﻮﻌﺴﻣ ﻦﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﺒﻋ
ﻮﻫ " ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ " : ﺍﻮﻟﺎﻗ ﺮﻴﺒﺟ ﻦﺑ ﺪﻴﻌﺳﻭ ، ﺔﻣﺮﻜﻋﻭ
ﻱﺮﺘﺸﻳ ) : ﻪﻟﻮﻗ ﻰﻨﻌﻣﻭ . ﻪﻴﻓ ﺖﻟﺰﻧ ﺔﻳﻵﺍﻭ ، ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ
ﺮﻴﻣﺍﺰﻤﻟﺍﻭ ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ ﺭﺎﺘﺨﻳﻭ ﻝﺪﺒﺘﺴﻳ : ﻱﺃ ( ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ
ﻱﺮﻜﺒﻟﺍ ﺀﺎﺒﺼﻟﺍ ﻮﺑﺃ ﻝﺎﻗ ، ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ ﻰﻠﻋ ﻑﺯﺎﻌﻤﻟﺍﻭ
، ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ ﻮﻫ : ﻝﺎﻘﻓ ﺔﻳﻵﺍ ﻩﺬﻫ ﻦﻋ ﺩﻮﻌﺴﻣ ﻦﺑﺍ ﺖﻟﺄﺳ
ﺕﺍﺮﻣ ﺙﻼﺛ ﺎﻫﺩﺩﺮﻳ ، ﻮﻫ ﻻﺇ ﻪﻟﺇ ﻻ ﻱﺬﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍﻭ
2. Quran Surat An-Najm 53:59-61:
َﻭ َﻥْﻮُﻜْﺒَﺗ َﻻ َﻭ َﻥْﻮُﻜَﺤْﻀَﺗ َﻭ َﻥْﻮُﺒَﺠْﻌَﺗ ِﺚْﻳِﺪَﺤْﻟﺍ ﺍَﺬﻫ ْﻦِﻤَﻓ َﺃ
َﻥْﻭُﺪِﻣﺎَﺳ ْﻢُﺘْﻧَﺃ
Artinya: Maka apakah kamu merasa heran
terhadap pemberitaan ini? Dan kamu
mentertawakan dan tidak menangis? Sedang
kamu melengahkan(nya)?
Ibnu Abbas mengatakan bahwa maksud
"shamidun" ialah al-ghina (nyanyian)
3. Quran Surat Al-Isra' 17:64
َﻚِﺗْﻮَﺼِﺑ ْﻢُﻬْﻨِﻣ َﺖْﻌَﻄَﺘْﺳﺍ ِﻦَﻣ ْﺯِﺰْﻔَﺘْﺳﺍ َﻭ
Artinya: Dan asunglah (kobarkanlah, bujuklah)
siapa yang kamu sanggupi diantara mereka
dengan suaramu (shautika).
Menurut Mujahid maksud "shautika" tidak lain
adalah nyanyian dan hiburan
4. Hadits Bukhari no. 5590
َﻭ َﺮْﻳِﺮَﺤْﻟﺍ َﻭ َّﺮِﺤْﻟﺍ َﻥْﻮُّﻠِﺤَﺘْﺴَﻳ ٌﻡﺍَﻮْﻗَﺃ ْﻲِﺘَّﻣُﺃ ْﻦِﻣ َّﻦَﻧْﻮُﻜَﻴِﻟ
ُﺡْﻭُﺮَﻳ ٍﻢَﻠَﻋ ِﺐْﻨَﺟ ﻰﻟِﺇ ٌﻡﺍَﻮْﻗَﺃ َّﻦَﻟِﺰْﻨَﻴَﻟ َﻭ َﻑِﺯﺎَﻌَﻤْﻟﺍ َﻭ َﺮْﻤَﺨْﻟﺍ
ٍﺔَﺟﺎَﺤِﻟ ُﺮْﻴِﻘَﻔْﻟﺍ ﻲِﻨْﻌَﻳ ْﻢِﻬْﻴِﺗْﺄَﻳ ْﻢُﻬَﻟ ٍﺔَﺣِﺭﺎَﺴِﺑ ْﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ
َﻭ َﻢَﻠَﻌْﻟﺍ ُﻊَﻀَﻳ َﻭ ُﻪﻠﻟﺍ ُﻢُﻬُﺘِّﻴَﺒُﻴَﻓ ﺍًﺪَﻏ ﺎَﻨْﻴَﻟِﺇ ْﻊِﺟْﺭﺍ :ﺍْﻮُﻟْﻮُﻘَﻴَﻓ
ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟﺍ ِﻡْﻮَﻳ ﻰﻟِﺇ َﺮْﻳِﺯﺎَﻨَﺧ َﻭ ًﺓَﺩَﺮِﻗ َﻦْﻳِﺮَﺧﻵﺍ ُﺦَﺴْﻤَﻳ
Artinya: Sesungguhnya akan terdapat di
kalangan umatku golongan yang menghalalkan
zina, sutra, arak dan alat permainan (musik).
Kemudian segolongan (dari kaum Muslimin)
akan pergi ke tebing bukit yang tinggi. Lalu para
pengembala dengan ternak kambingnya
mengunjungi golongan tersebut. Lalu mereka
didatangi oleh seorang fakir untuk meminta
sesuatu. Ketika itu mereka kemudian berkata:
"Datanglah kepada kami esok hari." Pada
malam hari Allah membinasakan mereka, dan
menghempaskan bukit itu ke atas mereka. Sisa
mereka yang tidak binasa pada malam tersebut
ditukar rupanya menjadi monyet dan babi
hingga hari kiamat.
Dalil Quran dan hadits di atas di jadikan dasar
oleh para ulama atas haramnya musik dalam
Islam. Ulama dalam kelompok ini antara lain
adalah Imam Ibnu Al-Jauzi (Talbis Iblis, hlm.
2321), Imam Qurthubi (Tafsir Qurtuhbi,
XIV/51-54), Asy-Syaukani (Nail-ul-Authar,
VIII/442).
Sahabat mengharamkan musik antara lain
sahabat Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud. Sedang dari
tabi'in antara lain Mujahid, Hasan Al-Basri,
Ikrimah, Said bin Zubair, Qatadah dan Ibrahim
An-Nakha'i menafsirkan lahw-al-hadis dalam
QS Luqman 31:6 dengan arti nyanyian atau
menjualbelikan (menyewakan) biduanita.
Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurashi Ad-
Dimashqi dalam Ibnu Katsir III/442
menegaskan maksud dari "lahwal hadits"
adalah al-ghina' (nyanyian).
ﻝﻮﻗ ﻦﻋ ﺩﻮﻌﺴﻣ ﻦﺑﺍ ﻝﺄﺳ ﻪﻧﺃ : ﺀﺎﺒﻬﺼﻟﺍ ﻲﺑﺃ ﻦﻋ
: ﻝﺎﻗ ( ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ ﻦﻣ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﻭ ) : ﻪﻠﻟﺍ
. ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ
ﻦﺑ ﺪﻴﻌﺳﻭ ، ﺔﻣﺮﻜﻋﻭ ، ﺮﺑﺎﺟﻭ ، ﺱﺎﺒﻋ ﻦﺑﺍ ﻝﺎﻗ ﺍﺬﻛﻭ
ﻲﻠﻋﻭ ، ﺐﻴﻌﺷ ﻦﺑ ﻭﺮﻤﻋﻭ ، ﻝﻮﺤﻜﻣﻭ ، ﺪﻫﺎﺠﻣﻭ ، ﺮﻴﺒﺟ
. ﺔﻤﻳﺬﺑ ﻦﺑ
ﻦﻣﻭ ) : ﺔﻳﻵﺍ ﻩﺬﻫ ﺖﻟﺰﻧﺃ : ﻱﺮﺼﺒﻟﺍ ﻦﺴﺤﻟﺍ ﻝﺎﻗﻭ
ﻪﻠﻟﺍ ﻞﻴﺒﺳ ﻦﻋ ﻞﻀﻴﻟ ﺚﻳﺪﺤﻟﺍ ﻮﻬﻟ ﻱﺮﺘﺸﻳ ﻦﻣ ﺱﺎﻨﻟﺍ
ﺮﻴﻣﺍﺰﻤﻟﺍﻭ ﺀﺎﻨﻐﻟﺍ ﻲﻓ ( ﻢﻠﻋ ﺮﻴﻐﺑ
5. Abū Ishāk Asy-Syirāzī (madzhab Syafi'i)
mengharamkan musik kecuali memainkan
rebana pada pesta perkawinan dan khitanan
selain itu haram (Al-Muhadzab II/237)
6. Al-Muhāsibi dalam Ar-Risalah: menyanyi itu
harām seperti harāmnya bangkai.
7. Madzhab Syafi'i: musik itu haram apabila
disertai dengan minum arak, bergaul dengan
wanita, dan semua perkara lain yang membawa
kepada maksiat.
PENDAPAT YANG MENGHALALKAN MUSIK
Berikut pendapat Sahabat, Tabi'in dan ulama
yang membolehkan musik. Tentu saja musik
yang baik.
1. Sahabat Nabi: antara lain ‘Umar bin Khattāb,
‘Utsmān bin ‘Affān, ‘Abd-ur-Rahmān bin ‘Auf,
Sa‘ad bin Abī Waqqās dan lain-lain (An-Nawawi
dalam Al-Umdah).
2. Tabi'in: Sa‘īd bin Musayyab, Salīm bin ‘Umar,
Ibnu Hibbān, Khārijah bin Zaid, dan lain-lain.
(An-Nawawi dalam Al-Umdah)
3. Mazhab Ahl-ul-Madīnah, Azh-Zhāhiriyah dan
jamā‘ah Sūfiyah, Abū Mansyūr Al-Baghdādī
(dari mazhab Asy-Syāfi‘ī).
4. Mazhab Maliki membolehkan menyanyi
dengan ma‘azif (alat-alat musik yang
berdawai).
5. Mazhab Syāfi‘i menyanyi adalah makrūh
tanzīh yakni lebih baik ditinggalkan daripada
dikerjakan sedangkan nyanyian pada saat
bekerja, seperti mengangkut suatu yang berat,
nyanyian orang Arab untuk memberikan
semangat berjalan unta mereka, nyanyian ibu
untuk mendiamkan bayinya, dan nyanyian
perang, maka menurut Imām Awzā‘ī adalah
sunat.
KESIMPULAN HUKUM MUSIK DALAM ISLAM
Ulama sepakat bahwa aktifitas musik baik itu
melakukan atau mendengarkan adalah haram
apabila aktifitas itu dapat mendorong
seseorang untuk melakukan perbuatan dosa.
Adapun mendengarkan musik yang isinya
berkaitan dengan hal-hal yang baik dan dapat
mengingatkan orang kepada akhirat tidak
mengapa bahkan sunat dinyanyikan menurut Al-
Auza'i.
Imam Syafi'i seperti dikutip oleh Al-Ghazali
menyatakan bahwa tidak ada seorangpun dari
para ulama Hijaz yang benci mendengarkan
nyanyian, suara alat-alat musik, kecuali bila di
dalamnya mengandung hal-hal yang tidak baik
yang bertentangan dengan hukum syariah

No comments:

Post a Comment